Monday, March 1, 2021

kita ada bersama masalah-masalah yang mendewasakan kita

 Ternyata benar ya,

semakin bertambah usia, semakin banyak pula masalah yang datang,

masalah yang menuntut untuk bisa menjadi dewasa

semakin hari semakin bertambah.

kadang berfikir, "kenapa semua ini harus aku yang ngalamin?" 

"kenapa hidupku seterpuruk ini?".

Sempat ingin menyalahkan takdir, padahal semua sudah Tuhan susun dengan porsi kebahagiaan dan masalah masing-masing.

pernah ingin menyerah, bahkan pernah ingin menyelesaikan cerita kehidupan dalam waktu yang singkat, karena alasan "aku sudah tidak sanggup untuk menghadapi semua masalah yang ada dalam hidupku". Tapi ternyata masalah demi masalah bisa aku lewati, meksipun harus dengan air mata dan sakit hati.

Setiap orang pasti punya masalah dan ujian hidup, hanya saja berat ringannya sudah Allah tentukan. jika menurutku masalah yang sedang aku hadapi adalah masalah yang sangat berat, ternyata diluar sana banyak orang yang Allah berikan ujian lebih berat dari ujian hidupku.

Masalah itu mendewasakan, ternyata itu benar..

setiap kali merasa lelah, aku teringat sosok ibuku yang harus aku bahagiakan,

ketika aku marah karena keadaan, aku teringat bagaimana perjuangan ibuku membiayai kuliahku

bahkan ketika aku sudah berada di titik jenuh dalam hidup, aku teringat sosok laki-laki yang sangat amat aku rindukan, teringat bagaimana beliau mempercayai aku, bahwa aku mampu melewati semua masalah apapun itu, sosok yang tidak pernah sedikitpun meragukan aku, walaupun banyak orang yang bilang "lia anak manja, ga bisa apa-apa", tapi beliau yang selalu menjadi penyemangat digaris terdepanku, dia adalah Ayah.

menjadi dewasa ternyata bukan perkara mudah, pantas saja dulu saat aku kecil, banyak orang yang ingin kembali menjadi anak kecil yang tidak tau apa-apa, aktivitasnya hanya bermain, dan belajar, menangis pun hanya karena hal kecil, seperti minta dibelikan mainan, atau rebutan makanan dengan saudaranya. pantas saja, ternyata begini menjadi dewasa, begini rasanya menjadi orang yang dianggap sudah besar,, tidak muda..

untuk orang-orang yang sedang berada pada titik jenuh kehidupan. yang sedang menghadapi banyak ujian hidup yang sulit,  jangan menyerah ya, kita mungkin merasa sendiri, tapi sebenarnya kita tidak sendiri. dibalik sejadah ibu menangis mendoakan kita, berdoa kepada Tuhan untuk kebahagiaan anaknya. Doa ibu menggema, melangit, jika kita berhasil melewatinya, ingatlah bahwa doa ibu dikabulkan. 

kalo mau nangis, gapapa silahkan, itu hal yang wajar karena kita manusia. gapapa kok ngerasa sedih banget seperti ini, gapapa kok berada di level paling bawah sekalipun. tapi setelah itu, bangkit ya, jangan menyerah, kalo kita menyerah, lalu siapa yang bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita? semangat yaa..


kita ga sendiri, kita ada bersama masalah-masalah yang mendewasakan kita.

dari aku yang pernah dan sedang berada di tanda titik, karena koma sudah bukan jedanya lagi.


                                                                                                                y.s


buku

 Dulu ayah pernh tanya "dek ap hal yg paling kamu senangi" lalu aku jwb "buku yah,  klo ayah beliin lia buku hehe".. Ken...