Kadang sebagai manusia, menyerah itu sudah terbiasa melanda. tapi, sebagai manusia yang memiliki jiwa ambisius yang sulit untuk dipatahkan, menyerah satu detik saja, 1000 detik selanjutkan makin bertambah saja optimisme bahwa semua mimpi itu pasti bisa didapatkan. Bahwa setinggi apapun mimpi yang tergantung pada bintang dilangit, pasti akan tergapai meski butuh ribuan sayap untuk terbang, dan puluhan ribu sayap yang patah pula.
hidup mengajarkan kita untuk terbiasa,
terbiasa kecewa, terbiasa gagal, terbiasa dengan segala keadaan yang menyakitkan,
karena hidup memang butuh ujian,
tanpa ujian, hidup takkan ada tantangan, takkan ada cerita tentang perjuangan,
dan pastinya takkan bisa mengubah pribadi kita menjadi lebih dewasa dan bijaksana.
setiap orang, mempunyai porsi ujian dari Tuhan yang berbeda-beda,
tugas kita adalah menerima ujian itu, menghadapinya dengan ke ikhlasan, dan mengambil pelajaran berharga dari kejadian.
berat ringan sebuah ujian itu tergantung pada Manusianya.
bagaimana cara menyikapinya. bisa saja menurut si A ujian hidupnya berat, tapi menurut si B itu ujian ringan yang sudah pernah dia lalui..
kita sebagai manusia, yang memiliki ujian yang berbeda-beda, karena porsi kesanggupan pun berbeda-beda, Tuhan tau dan sudah mengaturnya.
kita tak perlu membanding-mandingkan ujian yang Tuhan berikan pada kita dan orang lain.
buang jauh-jauh fikiran "ujian si A lebih ringan dariku, kenapa aku berat sekali". itu takkan membuat ujian kita semakin ringan, tapi semakin berat karena membanding-bandingkan..
ketika seorang teman bercerita tentang permasalahan hidupnya, tak perlu kita bandingkan dengan diri kita, "ah gitu aja kok, masih mending kamu bla bla bla, aku lebih berat lagi tau", karena ketika mereka bercerita, mereka tak butuh komentar, hanya butuh didengar. berikan semangat "semangat ya, gimanapun keadannya, kamu sudah hebat sampai dibatas ini, jangan menyerah, ujian yang diahadapi akan selesai dengan kemampuanmu, aku yakin kamu bisa melewatinya dan aku akan selalu siap menjadi pendengar ceritamu".
jikapun ingin memberikan solusi dari ceritanya, itu kan lebih baik, tapi berusahalah untuk memberikan solusi dengan kalimat yang tidak menyakitkan.
untuk siapapun itu yang membaca tulisan ini,
ketika ada ujian dalam hidupmu, kamu harus percaya bahwa ujian itu adalah cara Tuhan mendewasakanmu. Ujian itu adalah bumbu kehidupan yang suatu saat nanti ketika kamu mengingatnya, kamu akan tersenyum dan berkata "ternyata aku bisa melewati semua itu, dan berada dititik saat ini".
jangan lupa untuk selalu bersyukur:)
salam saya,
yang masih belajar menerima dengan senyuman untuk semua ujian kehidupan