Friday, May 21, 2021

buku

 Dulu ayah pernh tanya "dek ap hal yg paling kamu senangi" lalu aku jwb "buku yah,  klo ayah beliin lia buku hehe".. Kenapa buku?  Tanya ayah lagi, "ya karena lia suka baca" jawab polos anak SMP yg aktivitasnya cuma sekolah,  pulang dikamar baca buku,  setiap hari..  Lalu ayah bilang "nanti kalo sudah besar,  kalo kamu lagi marah,  sedih, kecewa, hal apapun yang mengganggu hatimu,  kamu baca buku ya" "kenapa begitu yah,  bukannya kalo kita marah atau sedih ya kita nangis". Dengan senyumnya itu ayahku menjawab "kamu akan tau makna dari apa yg ayah katakan ketika kamu sudah dewasa,  jadi semua pesan ayah harus diingat ya" 

Dan sejak kuliah,  aku pernah jatuh cinta,  pernah kecewa,  marah,  sedih aku selalu membaca buku ditempat hening tanpa ada suara siapapun, terkadang aku mencari tempat dimana banyaknya tumpukan buku, menurutku aroma buku-buku itu menenangkan,  saat membacanya pun aku mendapat ketenangan,  terkadang banyak kalimat yg mampu mengupgrade diri jadi lebih baik. Buku adalah sahabat pertamaku,  sahabat keduaku adalah tulisanku.

Manusia sepertiku yang banyak memiliki imsjinasi,  tapi hanya mampu tulis,  manusia sepertiku, adalah aku yang mungkin beberapa orang tak sanggup berteman denganku,  ya karena aku semembosankan itu..  Jadi berfikirlah lagi untuk dekat denganku, sebelum jejakmu masuk di kehidupanku

Sunday, April 18, 2021

Ujian

Kadang sebagai manusia biasa yang selalu punya berjuta mimpi tapi satu persatu belum juga terealisasikan.
Kadang sebagai manusia, menyerah itu sudah terbiasa melanda. tapi, sebagai manusia yang memiliki jiwa ambisius yang sulit untuk dipatahkan, menyerah satu detik saja, 1000 detik selanjutkan makin bertambah saja optimisme bahwa semua mimpi itu pasti bisa didapatkan. Bahwa setinggi apapun mimpi yang tergantung pada bintang dilangit, pasti akan tergapai meski butuh ribuan sayap untuk terbang, dan puluhan ribu sayap yang patah pula.

hidup mengajarkan kita untuk terbiasa, 
terbiasa kecewa, terbiasa gagal, terbiasa dengan segala keadaan yang menyakitkan,
karena hidup memang butuh ujian,
tanpa ujian, hidup takkan ada tantangan, takkan ada cerita tentang perjuangan,
dan pastinya takkan bisa mengubah pribadi kita menjadi lebih dewasa dan bijaksana.

setiap orang, mempunyai porsi ujian dari Tuhan yang berbeda-beda,
tugas kita adalah menerima ujian itu, menghadapinya dengan ke ikhlasan, dan mengambil pelajaran berharga dari kejadian.
berat ringan sebuah ujian itu tergantung pada Manusianya.
bagaimana cara menyikapinya. bisa saja menurut si A ujian hidupnya berat, tapi menurut si B itu ujian ringan yang sudah pernah dia lalui..

kita sebagai manusia, yang memiliki ujian yang berbeda-beda, karena porsi kesanggupan pun berbeda-beda, Tuhan tau dan sudah mengaturnya.
kita tak perlu membanding-mandingkan ujian yang Tuhan berikan pada kita dan orang lain.
buang jauh-jauh fikiran "ujian si A lebih ringan dariku, kenapa aku berat sekali". itu takkan membuat ujian kita semakin ringan, tapi semakin berat karena membanding-bandingkan..

ketika seorang teman bercerita tentang permasalahan hidupnya, tak perlu kita bandingkan dengan diri kita, "ah gitu aja kok, masih mending kamu bla bla bla, aku lebih berat lagi tau", karena ketika mereka bercerita, mereka tak butuh komentar, hanya butuh didengar. berikan semangat "semangat ya, gimanapun keadannya, kamu sudah hebat sampai dibatas ini, jangan menyerah, ujian yang diahadapi akan selesai dengan kemampuanmu, aku yakin kamu bisa melewatinya dan aku akan selalu siap menjadi pendengar ceritamu".
jikapun ingin memberikan solusi dari ceritanya, itu kan lebih baik, tapi berusahalah untuk memberikan solusi dengan kalimat yang tidak menyakitkan.


untuk siapapun itu yang membaca tulisan ini, 
ketika ada ujian dalam hidupmu, kamu harus percaya bahwa ujian itu adalah cara Tuhan mendewasakanmu. Ujian itu adalah bumbu kehidupan yang suatu saat nanti ketika kamu mengingatnya, kamu akan tersenyum dan berkata "ternyata aku bisa melewati semua itu, dan berada dititik saat ini".

jangan lupa untuk selalu bersyukur:) 



salam saya,
yang masih belajar menerima dengan senyuman untuk semua ujian kehidupan





Monday, March 1, 2021

kita ada bersama masalah-masalah yang mendewasakan kita

 Ternyata benar ya,

semakin bertambah usia, semakin banyak pula masalah yang datang,

masalah yang menuntut untuk bisa menjadi dewasa

semakin hari semakin bertambah.

kadang berfikir, "kenapa semua ini harus aku yang ngalamin?" 

"kenapa hidupku seterpuruk ini?".

Sempat ingin menyalahkan takdir, padahal semua sudah Tuhan susun dengan porsi kebahagiaan dan masalah masing-masing.

pernah ingin menyerah, bahkan pernah ingin menyelesaikan cerita kehidupan dalam waktu yang singkat, karena alasan "aku sudah tidak sanggup untuk menghadapi semua masalah yang ada dalam hidupku". Tapi ternyata masalah demi masalah bisa aku lewati, meksipun harus dengan air mata dan sakit hati.

Setiap orang pasti punya masalah dan ujian hidup, hanya saja berat ringannya sudah Allah tentukan. jika menurutku masalah yang sedang aku hadapi adalah masalah yang sangat berat, ternyata diluar sana banyak orang yang Allah berikan ujian lebih berat dari ujian hidupku.

Masalah itu mendewasakan, ternyata itu benar..

setiap kali merasa lelah, aku teringat sosok ibuku yang harus aku bahagiakan,

ketika aku marah karena keadaan, aku teringat bagaimana perjuangan ibuku membiayai kuliahku

bahkan ketika aku sudah berada di titik jenuh dalam hidup, aku teringat sosok laki-laki yang sangat amat aku rindukan, teringat bagaimana beliau mempercayai aku, bahwa aku mampu melewati semua masalah apapun itu, sosok yang tidak pernah sedikitpun meragukan aku, walaupun banyak orang yang bilang "lia anak manja, ga bisa apa-apa", tapi beliau yang selalu menjadi penyemangat digaris terdepanku, dia adalah Ayah.

menjadi dewasa ternyata bukan perkara mudah, pantas saja dulu saat aku kecil, banyak orang yang ingin kembali menjadi anak kecil yang tidak tau apa-apa, aktivitasnya hanya bermain, dan belajar, menangis pun hanya karena hal kecil, seperti minta dibelikan mainan, atau rebutan makanan dengan saudaranya. pantas saja, ternyata begini menjadi dewasa, begini rasanya menjadi orang yang dianggap sudah besar,, tidak muda..

untuk orang-orang yang sedang berada pada titik jenuh kehidupan. yang sedang menghadapi banyak ujian hidup yang sulit,  jangan menyerah ya, kita mungkin merasa sendiri, tapi sebenarnya kita tidak sendiri. dibalik sejadah ibu menangis mendoakan kita, berdoa kepada Tuhan untuk kebahagiaan anaknya. Doa ibu menggema, melangit, jika kita berhasil melewatinya, ingatlah bahwa doa ibu dikabulkan. 

kalo mau nangis, gapapa silahkan, itu hal yang wajar karena kita manusia. gapapa kok ngerasa sedih banget seperti ini, gapapa kok berada di level paling bawah sekalipun. tapi setelah itu, bangkit ya, jangan menyerah, kalo kita menyerah, lalu siapa yang bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita? semangat yaa..


kita ga sendiri, kita ada bersama masalah-masalah yang mendewasakan kita.

dari aku yang pernah dan sedang berada di tanda titik, karena koma sudah bukan jedanya lagi.


                                                                                                                y.s


Tuesday, September 15, 2020

haiii

 Haiii perkenalkan aku seorang gadis yang namanya berawal huruf Y dan berakhir di huruf I

tersusun dari 12 huruf abjad, tak perlu kusebutkan, bukan privasi, hanya enggan saja.

menulis bukan hobbyku, tapi sudah menjadi kebiasaanku..

menulis adalah wadah pencurahan hati, tempat berbagi cerita, menangis, bahagia, kesal marah dan lain sebagainya.. 

menulis adalah bagian dari hidupku, pena, buku, notebook adalah sahabatku, mereka tak pernah meninggalkan, selalu bersamaku, karena memang akulah yang selalu membawanya kemanapun aku pergi.

mereka benda mati, tapi dengannya aku bisa menangis, aku bisa sepuas hati menumpahkan segala rasa sesak yang berkecamuk didadaku..

mereka mengerti, mereka tau segala tentangku, bahwa 

ada hati yang terluka, 

ada hati yang patah, 

ada hati yang kehilangan

dan ada raga yang kehilangan separuh nyawa..


"hidupmu seperti tertusuk jarum, kau terluka tapi tak terlihat"


itulah aku, 


sebagian orang akan tau siapa aku, 

sebagian orang juga tak mengetahui aku,

 

karena yang lebih memahami diriku adalah tulisanku sendiri,

karena yang lebih mengerti keadaanku adalah orang yang dulunya asing, tapi bisa membuatku terasa nyaman, 

sahabatku..


mungkin tulisanku tak begitu indah, yang mengertipun hanya aku dan tulisanku,,

ayah

 Untuk seorang laki-laki yang kupanggil ayah, adalah sosok yang spesial dan amat mengagumkan. 

dia adalah imam dari seorang bidadari, dan tulang punggung bagi beberapa nyawa yang masih bisa tertawa hingga detik ini. 
Dia adalah harapan dan kasih sayang yang tiada habisnya.
dia selalu berjanji untuk membahagiakanku meski tak pernah terucap. 
tanpa sedikit pun beban aku tumbuh dengan hangatnya kasih sayang. 
dia selalu tegar meski terkadang air mata mengalir jauh dari pandanganku.
terkadang... 
aku acuh dan meminta hal yang tak begitu penting, kadang merengekpun masih menjadi hobyku. 
tapiii....
waktu terlalu singkat dalam perjanjian.
yang memaksaku untuk berdiri tanpa sebelah kaki,
batinku bergumam, bagaimana aku berjalan tanpa sebuah tongkat?..
Tapi Allah menyayanginya lebih dari apapun.
dalam bahasanya beliau menasehatiku "jangan salahkan apapun yang membuatmu kehilangan, tapi ikhlaskanlah karena hanya itulah satu-satunya cara untuk membahagiakan yang telah hilang".
aku mengerti beliau kembali bukan tanpa persiapan, 
beliau yakin bahwa aku mampu,,
tapi tetap saja seperti kata dilan, bahwa rindu itu berat dan menyakitkan..

dan aku sedang merasakan kerinduan yang menyakitkan itu, Ayah...

buku

 Dulu ayah pernh tanya "dek ap hal yg paling kamu senangi" lalu aku jwb "buku yah,  klo ayah beliin lia buku hehe".. Ken...