Tuesday, September 15, 2020

haiii

 Haiii perkenalkan aku seorang gadis yang namanya berawal huruf Y dan berakhir di huruf I

tersusun dari 12 huruf abjad, tak perlu kusebutkan, bukan privasi, hanya enggan saja.

menulis bukan hobbyku, tapi sudah menjadi kebiasaanku..

menulis adalah wadah pencurahan hati, tempat berbagi cerita, menangis, bahagia, kesal marah dan lain sebagainya.. 

menulis adalah bagian dari hidupku, pena, buku, notebook adalah sahabatku, mereka tak pernah meninggalkan, selalu bersamaku, karena memang akulah yang selalu membawanya kemanapun aku pergi.

mereka benda mati, tapi dengannya aku bisa menangis, aku bisa sepuas hati menumpahkan segala rasa sesak yang berkecamuk didadaku..

mereka mengerti, mereka tau segala tentangku, bahwa 

ada hati yang terluka, 

ada hati yang patah, 

ada hati yang kehilangan

dan ada raga yang kehilangan separuh nyawa..


"hidupmu seperti tertusuk jarum, kau terluka tapi tak terlihat"


itulah aku, 


sebagian orang akan tau siapa aku, 

sebagian orang juga tak mengetahui aku,

 

karena yang lebih memahami diriku adalah tulisanku sendiri,

karena yang lebih mengerti keadaanku adalah orang yang dulunya asing, tapi bisa membuatku terasa nyaman, 

sahabatku..


mungkin tulisanku tak begitu indah, yang mengertipun hanya aku dan tulisanku,,

ayah

 Untuk seorang laki-laki yang kupanggil ayah, adalah sosok yang spesial dan amat mengagumkan. 

dia adalah imam dari seorang bidadari, dan tulang punggung bagi beberapa nyawa yang masih bisa tertawa hingga detik ini. 
Dia adalah harapan dan kasih sayang yang tiada habisnya.
dia selalu berjanji untuk membahagiakanku meski tak pernah terucap. 
tanpa sedikit pun beban aku tumbuh dengan hangatnya kasih sayang. 
dia selalu tegar meski terkadang air mata mengalir jauh dari pandanganku.
terkadang... 
aku acuh dan meminta hal yang tak begitu penting, kadang merengekpun masih menjadi hobyku. 
tapiii....
waktu terlalu singkat dalam perjanjian.
yang memaksaku untuk berdiri tanpa sebelah kaki,
batinku bergumam, bagaimana aku berjalan tanpa sebuah tongkat?..
Tapi Allah menyayanginya lebih dari apapun.
dalam bahasanya beliau menasehatiku "jangan salahkan apapun yang membuatmu kehilangan, tapi ikhlaskanlah karena hanya itulah satu-satunya cara untuk membahagiakan yang telah hilang".
aku mengerti beliau kembali bukan tanpa persiapan, 
beliau yakin bahwa aku mampu,,
tapi tetap saja seperti kata dilan, bahwa rindu itu berat dan menyakitkan..

dan aku sedang merasakan kerinduan yang menyakitkan itu, Ayah...

buku

 Dulu ayah pernh tanya "dek ap hal yg paling kamu senangi" lalu aku jwb "buku yah,  klo ayah beliin lia buku hehe".. Ken...